Gunung Merapi, Candi Borobudur dan Pantai Indrayanti



Agustus 2018, dua sahabat saya dari Jakarta menantang untuk menjamu mereka di Yogyakarta. Ardo dan Tatang, dengan rasa haus untuk berlibur mengontak saya dan dalam waktu yang singkat akhirnya mereka datang menggunakan kereta api.





Tiba di Yogyakarta waktu dini hari mereka berdua langsung saya jemput dan sholat di Masjid Asy-Syuhada. Tak lama setelah itu kami beranjak menuju warung Bubur di sekitar UGM untuk sarapan dan menyiapkan tenaga pagi itu. Setelah sarapan, kami langsung tancap gas menuju kaki gunung merapi. Oh iya, kami menyewa mobil untuk 2 hari x Rp 250.000. Sampai di sana udara sangat dingin tentu saja karena daerah gunung. Kami langsung menghampiri penyedia Merapi Lava Tour yang sebelumnya sudah dibook. Kami diajak berkeliling ke kaki gunung Merapi menggunakan Jeep Kuning. Dengan berbekal Helm dan Kacamata agar aman dari debu.








Kami singgah di tempat pemberhentian pertama, yaitu Omahku Memoriku, tempatnya merupakan bekas pemukiman yang terkena dampak meletusnya Gunung Merapi beberapa tahun lalu. Kemudian menuju tempat kedua yaitu Batu yang jika dilihat dari dua sisi menggambarkan dua bentuk berbeda, yaitu wajah dan kepala singa. Sejujurnya saya menganggapnya mengada-ada. Kemudian kami berkeliling lagi hingga ke tempat terakhir yang letaknya lumayan bagus untuk berfoto dengan background Merapi. Tempatnya berdekatan dengan bunker Kaliadem, tempat berlindung apabila ada peringatan letusan Gunung Merapi.








Sambil menunggu kembali ke basecamp, kami menikmati mie kuah instan karena perut sudah lapar lagi. Setelah itu langsung menuju ke Candi Borobudur. Sudah lama saya tidak kesini, terakhir ketika SMA. Di sana kami hanya berkeliling dan mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan.








Pulang dari Borobudur kami mampir untuk menikmati kupat tahu Magelang. Mereka berdua merasa senang karena memang doyan makan 😀 Kemudian kembali ke Yogyakarta menuju penginapan yang telah dibook sebelumnya. Malamnya setelah beristirahat, kami menuju Sate Pak Pong untuk menikmati Sate Klathak dan menu daging kambing lainnya. Benar-benar liburan yang memanjakan lidah bagi mereka.





Hari kedua, pagi-pagi kami langsung menuju tamansari untuk foto-foto dan di sana juga ramai seperti biasanya. Setelah itu kami menuju pusat Batik di jalan Taman Siswa.








Menjelang sore kami menuju pantai Indrayanti, kurang lebih dua jam dari kota. Di sana hanya saya saja yang tidak bermain air. Setelah puas di sana, kami langsung beranjak menuju kota lagi agar sempat makan malam sebelum ke Stasiun. Bakmi Jawa menjadi pilihan kuliner terakhir kami sebelum mereka berdua kembali ke Ibu Kota.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *