Hackathon Jakarta 2015

Tahun 2015, sambil mencari kerja dan menunggu tahapan-tahapan rekrutmen yang saya ikuti, saya membaca di social media bahwa ada kompetisi Hackathon Jakarta 2015. Kompetisi ini layaknya hackathon lainnya, kita diberi waktu beberapa hari untuk menuangkan ide kita ke dalam sebuah aplikasi. Waktu itu saya mengajak sahabat saya yang juga coder, Ajy. Kemudian saya mengajak satu sahabat saya lagi seorang designer yaitu, Citra. Kami bertiga memulai diskusi dalam menentukan Ide apa yang menarik serta memikirkan nama timnya. Pariwisata akhirnya menjadi tema pilihan kami. Tema ini unik dibandingkan yang lainnya. Kami membuat game berbasis lokasi dan aplikasi imunisasi.

Game ini hanya bisa dimainkan di lokasi wisata, selain dapat mengundang wisatawan juga dapat menambah pengetahuan mengenai kota Jakarta. Game ini kita beri nama JExplore, Jakarta Explora. Kami membuat dua venue contoh sebagai persiapan prototypenya. Jenis gamenya adalah trivia, ketika kita berada di lokasi wisata, kita bisa menjawab pertanyaan seputar tempat wisata tersebut. Di akhir sesi pertanyaan, akan tampil poin yang akan ditukar dengan merchandise.

Untuk aplikasi Imunisasinya merupakan aplikasi yang pernah saya buat untuk kompetisi berbeda, kemudian saya ikutkan lagi setelah menambah fitur-fitur baru.

Di hari perlombaan kami presentasikan dua aplikasi kami, JExplore dan E-Munisasi. Presentasi JExplore mengundang antusiasme juri karena terbilang unik dan inovatif. Yang kami tahu saat itu, juri terlihat seperti anak bayi yang menyukai mainan pemberian orang tuanya. Berbeda dengan presentasi E-Munisasi, pada saat itu memang kami hanya seadanya menyiapkan E-Munisasi. Alhasil presentasinya pun kurang memuaskan.

Tiba saatnya pengumuman 10 Besar yang akan lanjut ke presentasi Final. Kami bertiga sangat tegang menanti pengumumannya. Ketegangan itu berubah menjadi kebahagian ketika panitia mengumumkan bahwa kami masuk ke tahap final.

Presentasi final pun berlangsung hari itu juga. Jurinya orang-orang hebat, salah satunya putra Presiden RI ke-3. Karena presentasinya bersifat private sehingga kami tidak tahu siapa dan bagaimana lawan kami. Saat presentasi pun tiba, Ajy dan Citra bersiap di dekat juri untuk menunjukkan prototype JExplore. Saya mulai presentasi dengan sedikit grogi. Pada saat demo, pandangan juri final tak berbeda dengan juri-juri sebelumnya. Mungkin karena memang kami satu-satunya yang membuat game dan idenya terbilang unik.

Setelah menunggu beberapa hari, kami pun diundang untuk malam penganugrahan Hakathon Jakarta 2015 ini. Dihadiri oleh gubernur Basuki saat itu, pengumuman ini tak kalah menegangkan. Prototype kami pun terpampang di kantor gubernur DKI Jakarta. Saatnya pun tiba, pengumuman dimulai dari juara ketiga. Pemenang ketiga adalah aplikasi parkir, kami sangat semakin tegang dan bercampur aduk, karena tinggal dua pemenang lagi. Pada saat pengumuman kedua, kami tersontak kaget karena nama Triglav, tim kami lah yang dipanggil untuk maju kedepan. Juara pertama adalah aplikasi donasi untuk masyarakat tidak mampu berbasis lokasi. Juri pun menjelaskan alasan kenapa ketiga tim ini layak mendapatkan juara. Ini merupakan prestasi pertama Triglav sejak dibentuk beberapa bulan sebelumnya. Saya, Ajy dan Citra bangga menjadi pemenang kedua Hackathon ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *